Paradoks Birokrasi Cerdas: Ketika Teknologi Mempercepat Layanan tetapi Melemahkan Akuntabilitas Publik
Digitalisasi pelayanan publik menjanjikan layanan yang lebih cepat, murah, dan luas jangkauannya. Buku ini menunjukkan bahwa keberhasilan itu menyimpan harga yang jarang tercatat: semakin cepat sebuah keputusan dihasilkan sistem, semakin sulit warga menemukan siapa yang harus menjawab ketika keputusan itu keliru. Gejala inilah yang disebut paradoks birokrasi cerdas. Bertumpu pada literatur administrasi publik kontemporer dan contoh-contoh praktik di Sulawesi Selatan, buku ini menguraikan mekanisme erosi akuntabilitas, mulai dari pemindahan diskresi, opasitas algoritmik, dan masalah banyak tangan hingga bias otomasi. Pembahasan dilanjutkan dengan persoalan kompetensi aparatur, batas kemampuan sistem pelaporan pelanggaran, dan dampaknya terhadap kepercayaan warga. Sebagai jalan keluar, buku ini menawarkan registri sistem, audit algoritma, penilaian dampak, dan kerangka kendali berlapis yang menjangkau sistem, aparatur, institusi, dan warga. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, dan aparatur yang ingin memastikan bahwa layanan publik yang cepat tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Order Kembali
