Governansi Kolaboratif Pelayanan Publik: Komunikasi, Ekuitas, dan Daya Saing Layanan di Daerah
Perangkat kebijakan pelayanan publik di Indonesia sudah lengkap, tetapi mutu layanan yang dirasakan warga tidak kunjung membaik. Buku ini menawarkan penjelasan yang berbeda dari diagnosis yang lazim. Persoalannya bukan semata kapasitas aparatur, sarana, atau komitmen pimpinan, melainkan arsitektur relasi antaraktor yang menopang penyelenggaraan layanan. Dengan memadukan khazanah literatur administrasi publik dan pengalaman penyelenggaraan layanan di daerah — dari lembaga pendidikan nonformal sampai tata kelola ekonomi biru di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan — buku ini menjabarkan daya saing pelayanan publik sebagai pengertian yang dapat dinilai, menempatkan komunikasi publik sebagai instrumen manajerial dengan enam fungsi yang dapat diperbaiki, serta menimbang hasil kolaborasi melalui lensa ekuitas. Konteks kewilayahan kepulauan diperlakukan sebagai variabel tata kelola, bukan sekadar latar belakang. Tujuh bab disusun mengikuti satu alur pembahasan dan ditutup dengan kerangka governansi kolaboratif berbasis ekuitas beserta enam butir pegangan bagi praktik. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa administrasi publik, praktisi pemerintahan daerah, dan siapa pun yang menaruh perhatian pada tata kelola pelayanan publik di daerah.
Order Kembali
